Inilah Nasihat Jawa Timur Tragedi Stadion Kanjulahan

Sport5 Dilihat
banner 468x60

Malang (GATRANEWS) – Tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan sebanyak 174 orang menyita perhatian Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid.

banner 336x280

Para promotor Gerakan Hati Nurani Nasional (GNK) melihatnya sebagai tragedi nasional yang melanda citra sepak bola Indonesia.

Baca juga: Gubernur: Pemprov Banten berkomitmen perangi korupsi

“Citra kita sebagai bangsa yang beradab bisa saja berubah dengan tragedi ini. Bayangkan ratusan orang tewas. Yang mati adalah penonton yang tidak bersalah!” kata Habib Sekkul Ali pada Minggu, 2 Oktober 2022 dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, kejadian pada Minggu malam itu benar-benar memalukan karena wajah sepakbola Indonesia bisa mendapat citra negatif di mata dunia internasional.

Menurutnya, banyak media internasional seperti Reuters, BBC, CNBC bahkan Al Jazeera juga menyoroti insiden maut di Stadion Kanjuluhan saat pertandingan antara Arema FC dan Persebaya berakhir ricuh.

Bahkan media internasional seolah memberi kesan bahwa dunia sepakbola Indonesia kejam dan tidak bersahabat.

“Tragedi ini telah menyebar ke seluruh penjuru dunia dan telah mencoreng citra negara kita yang beradab. Tidakkah pemerintah ingin serius agar kejadian serupa tidak terulang lagi?” ujarnya.

Lebih khusus, Habib Syakur meminta pemerintah tidak hanya menyampaikan belasungkawa atau kata-kata manis lainnya. Habib Syakur menuntut tindakan tegas terhadap para provokator, bahkan panitia dan pejabat yang diyakini tidak mengetahui mekanisme yang menjaga keamanan stadion.

“Wajar masyarakat kecewa jika klub kalah. Saat terjadi kerusuhan, pihak berwajib harus mengantisipasi dan segera menangkap provokatornya. Daripada menunggu kerusuhan, gas air mata akan dilempar, yang jelas akan membuat panik penonton lain yang tidak terpancing. , “Bahkan terluka oleh gas beracun.”

Menurut dia, Kapolsek dan Kapolres mendorong persiapan dan perencanaan yang matang jika terjadi bentrokan antar pendukung untuk menghindari jatuhnya korban.

“Saya berharap pemerintah mengusut semua pihak di panitia, termasuk Kapolda Jatim dan Kapolda Malang, yang tidak bisa menduga kejadian ini. Akibatnya, korban jatuh dan mengharumkan nama sepak bola kita. dunia,” katanya. .

Seperti yang kita ketahui bersama, Arema FC dan Persebaya sering disebut sebagai rival sengit dalam persepakbolaan nasional.

Rivalitas antara kedua klub begitu intens sehingga pendukung setia kedua belah pihak juga terpengaruh oleh persaingan.

Habib Syakur mengatakan aparat keamanan harus mengetahui hal ini dan memiliki rencana keamanan yang ketat, terutama untuk pemandangan bergengsi ini.

Namun, insiden bentrokan antara pendukung telah menjadi sering dan polisi harus memahami bahwa upaya untuk mencegah insiden yang tidak terduga adalah tepat.

“Akan lebih baik jika Kapolda Jatim dan Kapolda Malang secara sadar mengundurkan diri. Tragedi ini mempermalukan kita bahkan menyebar ke luar negeri,” katanya.

“Pemerintah juga harus mengambil tindakan tegas. Hal memalukan seperti itu tidak bisa dibiarkan, dan jika kita ingin sepak bola Indonesia maju, harus ada tindakan tegas dari semua pihak,” lanjut Habib Shakur.

Patut dicatat, tragedi kerusuhan yang berujung maut di Stadion Kanjuluhan itu terjadi saat Arema FC takluk 2-3 dari Persebaya.

Suporter Arema FC enggan membiarkan klub kesayangannya tumbang di kandang sendiri, mereka membuat rusuh dengan masuk ke dalam stadion.

TNI dengan cepat memukul mundur para pendukung yang bersemangat, dan tidak lama kemudian terlihat gumpalan asap tebal mengepul dari tepi lapangan.
Asap tersebut berasal dari polisi yang melemparkan gas air mata ke arah suporter di lapangan.

Namun, dengan melempar terlalu jauh, penonton yang tidak beralasan terkena asap kimia, menyebabkan mereka panik dan mencoba menyelamatkan diri.

Kepanikan dan tidak adanya pintu evakuasi membuat penonton berebut untuk keluar.

Asap tebal itu menyesakkan dan menyesakkan, dan kerumunan itu mau tidak mau melemah, dapat dipahami bahwa 174 orang tewas dalam insiden itu.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *