Kunjungi Pulau Tunda, Komunitas Nelayan Pesisir Banten Lakukan Demi Kesejahteraan Pelaut

Hukum2 Dilihat
banner 468x60

serang (GATRANEWS) – Warga Desa Wargasara di Pulau Tonda gembira dengan kehadiran masyarakat nelayan di pesisir pantai Provinsi Banten yang berjanji memenuhi keinginan para pelaut, Jumat (3/3).

banner 336x280

Pulau Tunda merupakan sebuah pulau kecil di Laut Jawa, tepatnya di bagian utara Teluk Banten. Daerah tersebut masuk dalam wilayah Kecamatan Tirtayasa Kabupaten serang.

Baca juga: Santri Dukung Ganjar Banten, Ingatkan Pentingnya Persatuan untuk Seluruh Bangsa

Menurut situs Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pulau Tonda memiliki luas 289,79 hektar dan sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai pelaut.
Kegiatan pendukung Ganjar Pranowo di Pulau Tonda

Rizal Al-Ayubi, Koordinator Komunitas Nelayan Pesisir Provinsi Banten, mengatakan sosialisasi yang sebenarnya kepada masyarakat adalah meringankan beban para pelaut dengan menyalurkan bantuan alat tangkap.

“Bantuan ini merupakan wujud dari keinginan para nelayan Pulau Tongda, karena kami juga telah menelisik kebutuhan masyarakat yang membutuhkan khususnya alat tangkap ikan,” kata Li dari Pulau Tongda, Desa Warga Sala, Kecamatan Tirta Yasa, Kabupaten serang .Sha berkata. , Banten.

Selain itu, para pendukung Ganjar Pranowo telah mengadakan lokakarya dengan para pelaut lokal dengan tujuan untuk mencari solusi atas semua masalah yang mereka hadapi saat ini.

“Kemudian keinginan para nelayan juga terserap dan tentunya dari kampanye ini kami akan memahami kekhawatiran para nelayan. Kami akan bekerja sama dengan pihak terkait dan seluruh elemen nelayan,” jelas Rizal.

Menurut Rizal, dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan dampak yang baik bagi kemajuan dan kesejahteraan para pelaut Pulau Tonda secara berkelanjutan.
Kegiatan pendukung Ganjar Pranowo di Pulau Tonda

Sebagai wadah berkumpul untuk menjawab permasalahan dan kebutuhan para pelaut, ia berharap dapat menjaring dan memenuhi aspirasi masyarakat di wilayah Provinsi Banten.

“Semoga semua nelayan Banten bisa merasakan atau sejahtera tanpa ada kesulitan dalam faktor apapun,” kata Rizal.

Taufik (45), selaku ketua nelayan di Pulau Tongda, aktif menanggapi keprihatinan masyarakat nelayan pesisir di Banten, seperti memberikan bantuan alat tangkap dan berdiskusi bersama.

Dia dan pelaut lainnya berharap kegiatan serupa terus berlanjut.

“Mudah-mudahan ke depan bisa membantu menyelesaikan keluhan masyarakat Tunda (pulau),” kata Taufik.

Sekadar informasi, beberapa bantuan alat tangkap ikan yang ditawarkan masyarakat nelayan pesisir Banten antara lain kail, pancing, dan gulungan.

Komunitas #PesisirNelayan
#NelayanPulauTunda
#GanjarPranowo

#pelaut

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *